KERJA DAN BERPETUALANG DI PULAU BAWEAN

Noko03_ir
Jika saya akan pergi ke Pulau
Bawean untuk suatu tugas, selalu saya dahului dengan mengadakan semacam ritual
terlebih dahulu, sebelum saya berangkat.
Ritual tersebut antara lain dengan
mengumpulkan peralatan fotografi yang saya miliki. Maklum, rugi rasanya jika
saya ke Bawean tidak membawa kamera. Karena tidak dapat mengabadikan berbagai
momen yang sering terjadi secara tidak terduga selama kegiatan yang akan saya
lakukan.

 Seorang teman saya semasa kuliah
dulu pernah bertanya kepada saya tentang Pulau Bawean ini. Menurut yang ia tahu
dan dengar bahwa pulau ini sangat baik untuk hunting ( arti awamnya, jalan – jalan sambil ambil foto ). Masih
menurutnya, pulau Bawean memiliki pemandangan yang indah mulai dari pantai – pantainya,
perahu, hingga gunung – gunungnya. Dan dia sangat penasaran sekali untuk
melakukan hunting di Bawean. Jika
teman saya saja begitu penasaran untuk melakukan hunting di Bawean, mengapa harus saya sia –siakan jika ke Bawean
tanpa saya lengkapi kegiatan saya dengan hunting?
Rugikan.

 Durungbwn_ir
Meskipun hingga saat ini saya belum
menjelajah ke seluruh tempat di Pulau Bawean baik yang di dalam kawasan maupun
diluar kawasan konservasi, tetapi dari yang saya lihat selama disana memang
banyak sekali lokasi – lokasi yang baik untuk mengambil gambar – gambar
pemandangan maupun kegiatan masyarakat setempat. Coba kita perhatikan pesisir
pantai di sisi timur maupun barat yang memiliki pemandangan pantai yang cantik.
Sekali – kali luangkan waktu kita ketika subuh dan sore untuk menanti sunset dan sunrise di pelabuhan lama yang letaknya dekat dengan kantor Sub
Seksi Konservasi Wilayah P. Bawean. Sunset
akan cantik sekali dengan melihat matahari tenggelam di balik Tanjung Alang –
alang. Gugusan karang di Pulau Menuri sisi timur juga baik untuk diabadikan,
kita dapat kesana ketika air laut surut, sehingga dengan mudahnya kita berjalan
menyeberang. Dari pulau ini kita juga dapat melihat Pulau Noko dengan jelas,
tetapi sebaiknya gunakan binokuler atau lensa zoom. Karena ketika sore hari banyak burung yang beristirahat di
pulau tersebut. Tetapi jangan terlena, karena biasanya sekitar jam 2 siang air
akan mulai pasang kembali. Karena keasyikan juga akhirnya saya terpaksa
berbasah – basah ria untuk menyeberang kembali dari Menuri.

 Jika kita mau bersusah payah
sedikit, kita juga dapat mengabadikan pulau Gili tanpa menyeberang. Sebelum
kita sampai di Suaka Margasatwa P. Bawean blok Alas Timur kita dapat menuju
pantai, walau jalan agak curam, tetapi dengan sepeda motor patroli hal itu tentu
akan dapat diatasi. Kita juga dapat mengabadikan hutan nipah yang cantik di
pantai sisi timur hingga kita dapat tembus ke blok gunung Payung – payung. Di
desa tempat kita menitipkan sepeda motor akan kita dapati sederetan durung (semacam lumbung) dalam jumlah
cukup banyak dan tertata bagus yang mengingatkan saya pada lumbung suku Baduy
di Banten. Dengan berjalan kaki sekitar 30 menit kita akan sampai pada sebuah
tebing bernama Tampo yang indah, cocok sekali untuk panjat tebing. Pernah suatu
pagi saya ke lokasi ini untuk mengambil foto bersama Pak Sigit, terlihat puncak
tebing ini ada gua dan keluarlah seekor burung elang dan berputar – putar
diatas tebing beberapa saat. Sayang sekali lensa zoom saya tidak menjangkaunya karena letaknya yang sangat tinggi.

 Kastoba_04_ir
Belum lagi pemandangan yang pantai
yang eksotik jika dilihat dari blok Sungai Terus dan tempat penangkaran Rusa
Bawean milik pak Sudirman. Juga telaga Kastoba, air terjun Kuduk – kuduk,
daerah Kolpo – kolpo yang unik. Dan saya yakin masih banyak lokasi indah yang
belum sempat saya “jamah” di Bawean.

 Kejadian tidak terduga juga sering
kita jumpai pada saat berpatroli. Seperti berjumpa dengan satwa liar yang
biasanya jika kita mencarinya malah tidak berjumpa, tetapi jika tidak berniat
mencarinya malah nongol di depan kita. Pernah saat patroli di blok Sungai
Terus, perjalanan kita di hadang oleh ular yang melintang di tengah jalan. Atau
berjumpa dengan segerombolan kera abu – abu di blok Kumalasa. Dan juga ketika
hampir kemalaman melintas di sekitar Kuduk – kuduk kita berjumpa dengan burung
elang dan kalong yang silih berganti terbang di atas kita. Atau menemukan
jebakan – jebakan untuk menangkap satwa yang dipasang penduduk di sekitar
aliran air atau sungai kecil. Juga ketika berpatroli pada bulan Januari,
rasanya hutan penuh dengan warna – warni bunga yang sedang bersemi. Belum lagi
trubus – trubus dari pelbagai jenis tumbuhan turut memperindah warna hutan pada
bulan itu. Hal – hal indah seperti ini sejak awal tidak pernah kita rencanakan.

Leave a Reply