Saya Benci Sakit
Saya salah satu orang yang paling benci kondisi sakit. Biasanya kalau
ada tanda-tanda sakit saya selalu melawannya dengan minum obat atau
vitamin. Dalam keluarga saya, sayalah yang paling sering dirawat di
Rumah Sakit. Mulai Demam Berdarah, Typhus, sampai kecelakaan yang harus
membuat saya terbaring sebulan di rumah sakit. Tapi semua itu, saya
pikir adalah takdir dan keharusan yang mungkin harus saya lewati.
Dengan saya sakit, Alloh memberikan tandanya bahwa Dia sayang dan
perhatian kepada saya. Dengan saya sakit, Alloh juga mungkin memberikan
peringatan kepada saya dan orang-orang disekitar saya. Dengan saya
sakit, banyak kejadian yang mengharukan, pertemuan yang tidak disangka,
dan mukjizat itu bekerja dari Alloh. Dengan saya sakit, saya
dipertemukan dengan calon istri saya ketika itu, hehehe.
Saya sakit,
sering tidak ada tandanya, tiba-tiba saja ambruk, panas tinggi, dan tak
berdaya. Masih ingat ketika saya terserang demam berdarah. Waktu itu
saya hampir KKN (Kuliah Kerja Nyata), sore hari seperti biasa saya
bersama teman-teman seperjuangan berlatih dayung di kolam kampus,
malamnya karena malam minggu masih bisa keliling-keliling ke rumah
teman sambil ngopi, dan tidur di kontrakan teman saya Magma di Jalak.
Tapi paginya, badan saya demam tinggi, sayapun memutuskan pulang, dan
siang harinya saya diangkut ke Rumah Sakit Lavalette. Akhirnya, saya
terlambat seminggu untuk menjalankan KKN tadi, dan nilai KKN saya
menjadi paling rendah dalam satu kelompok. hehehe.
Tapi
bagaimanapun, kondisi sakit bukanlah hal yang menyenangkan, bagi saya
sangat menyiksa. Itu sebabnya, jika dalam masa pergantian cuaca, jika
saya ingat, saya selalu berhati-hati. Karena biasanya di masa itu
siklus saya sedang pada rendah-rendahnya. Jadi, ya sering sakit juga,
walau sekedar terserang flu berat.