Saya dan Vespa

2008_03_31_bikepics1236275320Hidup saya tidak jauh dari sebuah kendaraan bernama Vespa! Sejak kecil
saya sudah terbiasa diajak berkeliling oleh bapak saya dengan naik
Vespa. Jenis Vespa yang dimiliki bapak saya saat itu adalah Super 150
tahun 1978 berwarna Coklat krem. Dan ketika saya menduduki SMA kelas 3,
kendaraan "semok" itu menjadi teman setiaku yang mengantarkanku ke
sekolah mengganti sepeda gunungku yang sudah 2 tahun lebih dahulu
menjadi tumpanganku ke sekolah.
Ketika saya mulai kuliah di Univ.
Muhammadiyah Malang, Vespa ini juga yang menemaniku beraktifitas. Dan
catnya-pun saya rubah menjadi kuning dan berhias gambaran pemandangan
hasil karya tanganku sendiri di bagian pantat kanan kirinya.
Saking
identiknya saya dengan Vespa satu itu, saudara-saudara saya di Keluarga
Pecinta Alam "DIMPA" memberikan nama pada Vespa saya tersebut,
"Belalang Tempur". Karena sering juga saya bawa jika ada kegiatan di
hutan dan gunung, asalkan ada jalan setapak berarti dapat saya lewati
bersama si Belalang Tempur. Mulai kegiatan Diklatsar, Caving, hingga
rafting, dia setia menemaniku. Hingga aku bekerja, si Belalang Tempur
sering saya ajak mengangkut perahu kayak inflatable
milikku untuk menuju camp sebelum pengarungan di Sungai Brantas -
Kendal Payak - Malang. Lebih asyik sendirian, untuk menikmati sebuah
kesendirian saat itu.
Ada juga Vespa jenis PS 150 Strada tahun 1987
yang juga menemani saya ketika bekerja. Mulai saya di Surabaya hingga
ke tempat "pertapaan" saya di Bojonegoro. Vespa yang awalnya berwarna
biru abau-abu kemudian tahun 2001 saya cat menjadi biru dongker. Bahkan
tahun 2004 saya lengkapi dengan boks di bagian belakangnya. tambah lucu
dan gagah. Vespa ini sering saya ajak berkendara jarak jauh, yang
paling sering adalah ke rumah nenek saya di Trenggalek. Bahkan pernah
saya ajak nyekar ke saudara seperjuangan kami di DIMPA, dari Malang ke
Ponorogo via Trenggalek. Seru! apalagi kalau pakai ngadat di tengah
jalan.
Vespa memang tidak pernah jauh dari darah keluarga kami.
Istri saya juga sering bepergian di Jakarta dengan menggunakan Vespa
bersama kakeknya. Kadang waktu-waktu tertentu saya dan istri saya
berkeliling kota Malang dengan Vespa, sekedar cari angin dan melepaskan
rindu akan masa-masa kuliah kami dulu. hihihi.

Leave a Reply